Senin, 23 Desember 2013

Tujuan Hidup

Apa sih tujuan kita sebagai umat Manusia ??
Tentu saja untuk beribadah kepada Allah ..
Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an ..
”Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (Qs. Az-Zariyat :56)

Nahh .. Allah saja sudah mengatakannya pada kita, bahwa visi kehidupan kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah ..

Tapi apa yang bisa kita lihat sekarang ??
Buaaanyak sekali manusia yang justru ingkar terhadap Allah .. mereka sudah dikasih hidup oleh Allah, tapi bukan digunakan untuk beribadah kepada Allah .. Melainkan digunakan untuk memenuhi keduniaan mereka saja, seperti untuk mencari kekayaan, popularitas, kepuasan jasmani, dan lain sebagainya ..
Bahkan ada yang jelas2 bermaksiat dan KAFIR menentang Allah .. Naudzubillah ..

Bisa kita lihat dengan jelas, Kondisi umat islam saat ini benar2 dalam ambang kehancuran moral .. Bagaimana tidak?? Wanita2 muslim sudah enggan memakai Jilbab sebagai identitas asli mereka, Jangankan Jilbab .. Kerudung pun sudah banyak yang sangat enggan untuk memakainya ..
Mengapa demikian??

Semua itu karena begitu banyaknya pengaruh Globalisasi yang ditularkan oleh kaum2 Kafir kepada umat Islam .. Terutama di Indonesia sebagai Negara yang popularitas muslim TERBESAR di Dunia ..

Apalagi dengan adanya Sistem Pemerintahan Demokrasi yang jelas2 tidak menguntungkan, malahan bikin BUNTUNG .

Mengapa demikian?? Katanya sihh .. Demokrasi (Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat)
Tapi apa ?? APBN kita 70% dimakan sendiri oleh orang2 diatas untuk kepentingan mereka sendiri, sedangkan untuk Rakyat yang segini Bejibun’nya hanya diberikan SISA !!

Pantas saja banyak sekali Rakyat Indonesia yang memiliki predikat Keluarga Miskin dan Mendapat gelar Mati Kelaparan.
Pengemis dan Gelandangan pun sudah tak aneh dijumpai dimana-mana ..
Huhh .. ngeri banget deh bahasnya ..

Lanjut lagi kepada Kondisi umat islam ..
Dari potret umat islam pada saat ini, Mereka yang Katanya kebanyakan beragama Islam .. Justru sudah tidak lagi memakai aturan Islam itu sendiri .. Bahkan katanya GENGSI .. Pakai Kerudung gengsi .. Pakai Jilbab takut dibilang Norak, Kayak Emak-emak, kayak Ninja lah,  Gak Gaul lahh .. Pokoknya banyak deh.
Sangat  Banyak Fitnah yang mereka lontarkan kepada aturan Allah yang jelas2 adalah aturan terbaik yang diberikan untuk manusia ..

Mengapa seperti itu??? Itu semua karena Capitalism System ! Yaa ! karena Sistem KAPITALISME yang kini sedang menjajah kita.

Apa sih Kapitalisme itu ??
KAPITAL = Modal . ISME = Paham
Jadi Kapitalisme adalah Paham yang menjadikan Pem
odal atau Orang yang memiliki Uang sebagai Penentu Pandangan dan Peraturan hidup.

Lho? Apa hubungannya sama aturan islam ??
Tentu sangat berhubungan .. Yuuk kita bahas.

Minggu, 22 Desember 2013

Catatan kecil buat Ibu, calon Ibu dan anak Ibu

22 Desember di Indonesia diperingari sebagai Mother’s Day – Hari Ibu.
Kita nggak tau darimana datangnya itu, yang jelas seharusnya Hari ibu bukan alasan untuk baik pada ibu pada satu hari aja,
karena mereka layak mendapatkan itu dari kita setiap harinya.

Jadi Hari Ibu seharusnya bukan ajang ‘pamer’ perhatian pada ibu pada satu hari saja, namun lebih kepada pengingat bagi ibu dan bagi anak-anak ibu untuk menghormati dan memuliakan posisi sebagai seorang ibu.
Maka setidaknya ada hal-hal yang harus diingat oleh ibu dan calon ibu:

1. Islam memandang ibu adalah pendidik utama anak

          Dalam hadits disebutkan: “Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Ibumu,” jawab beliau. Kembali orang itu bertanya, “Kemudian siapa?” “Ibumu.” “Kemudian siapa?” tanya orang itu lagi. “Kemudian ayahmu,” jawab Rasulullah (HR. Bukhari dan Muslim)

Disini ibu disebutkan Rasulullah 3x baru ayah 1x. Kalau boleh mengambil permisalan, maka seharusnya ibu punya tanggung jawab 3x lipat dari ayah. Ibulah yang mendidik anak-anaknya dalam porsi yang lebih besar.  Semakin baik kualitas ibu, semakin baik generasi yang dihasilkan.

2. Islam menaruh ibu sebagai orang nomor satu ditaati setelah Allah dan Rasul-Nya

          Posisi ini juga bukan posisi yang sembarang, ini posisi yang sangat mulia. Islam lewat ‘birrul walidain’ menggariskan bahwa posisi orangtua adalah paling tinggi setelah Allah dan Rasul-Nya. Dan ketaatan pada mereka disamakan dengan ketaatan pada Allah, dan murka mereka sama seperti murka Allah.

Dalam kenyataan, masih banyak kita temukan orangtua, terutama ibu yang justru melarang anaknya berbuat baik, bahkan mensponsori keburukan. Melarang anaknya berkerudung dan berjilbab, melarang anaknya berdakwah dan berjuang dalam Islam, atau bahkan meminta anaknya berpacaran.

Bayangkan, bagaimana yang terjadi pada generasi Islam bila orangtuanya semacam ini? Subhanallah.
Seharusnya sebagai orang yang paling ditaati setelah Allah dan Rasulullah, ibu menjadi tiang utama dalam mengajarkan amar ma’ruf dan nahi munkar bagi anaknya. Menjadi teladan hidup bagi anak-anaknya dalam perjuangan Islam.

3. Ibu lebih memerlukan ilmu dalam mendidik anak-anaknya, karena itu ibu harus lebih banyak ikutan majelis ta’lim (majelis ilmu)

          Anak akan menyerap apapun yang dikatakan ibunya, karena ibunya adalah patron baginya. Ada ibu-ibu yang beralasan pada saya bahwa dia terlalu sibuk, terlalu banyak kerjaan untuk mengikuti majelis ta’lim dan mengkaji Islam.

Justru sebaliknya, semakin banyak kita memiliki anak, maka semakin banyak ilmu yang perlu kita siapkan. Dan ilmu tidak mungkin ada tanpa kita cari dan kita kaji.

Membesarkan anak tanpa ilmu sama saja menuntunnya ke depan jurang kehidupan. Dan mencari ilmu dalam mendidik anak (walaupun sulit), akan memudahkan urusan kita di alam kubur nantinya.

4. Sayang sekali, sekarang banyak ibu yang lebih sayang kambing daripada anaknya, kambingnya diiket, anaknya dibiarin

          Coba lihat menjelang Idul Adha. Kambing diikat dimana-mana, takut kehilangan. Ironisnya, ibu-ibu sering membiarkan anaknya bermain tanpa pengawasan, dan akhirnya mempelajari hidup bukan dari ibunya, tetapi dari teman-temannya. Balik rumah syukur, nggak balik ya buat lagi.

Ada juga orangtua yang sibuk ikut majelis ta’lim namun tak perhatian pada anaknya. Mereka lupa bahwa ilmu bukanlah simpanan, namun sesuatu yang harus dibagikan. Mreka puas ketika menutup aurat, namun bangga ketika anaknya mengumbar aurat. Banyak yang seperti itu bisa kita lihat pada umat Islam masa kini. Lebih parah lagi ketika ibu menyuruh anaknya berbuat baik, namun tidak mencontohkan dengan dirinya. Meminta anaknya menutup aurat di sekolah, namun ia menjemput anaknya dengan tanktop. Seperti lilin, menerangi orang lain tapi membakar diri sendiri.

Rupanya banyak ibu yang melupakan bahwa untuk melahirkan anak itu perlu perjuangan luar biasa selama 9 bulan 10 hari ditambah fase melahirkan. Kebanyakan ibu memberikan perhatian di awal-awal saja, padahal pendidikan kepada anak itu terus berlanjut hingga mereka baligh, bahkan sampai salah satu darinya meninggal.

5. Buat ibu-ibu yang berkarir, “is it worthed?” sekian juta sebagai pengganti waktu dengan buah hati?

          Bila kita menanyakan “Siapa ibu de-facto anak-anak masa kini?”. Mungkin ‘pembantu’, ‘babysitter’ adalah jawaban yang tepat. Anak-anak main dengannya, tidur dengannya, bercengkerama dengannya, disuapi makan olehnya dan bahkan disusui olehnya. Dengan alasan nafkah (yang sebenarnya bisa kalau diusahakan) mereka menerjunkan diri pada dunia kerja yang tak berkesudahan. Pergi saat buah hati masih tidur, dan pulang ketika mereka telah tidur.

Jangan salahkan pembantu dan babysitter ketika anaknya nantinya justru menangis saat ditinggal pembantu atau babysitter daripada ditinggal ibunya.

Maksimal mendidik anak bukan masalah materi. Tapi masalah ilmu yang kita berikan untuk dia. Jangan sampe nyesel dibelakang karena nggak memberikan pendidikan yang maksimal.

Ala kulli hal, bagi ibu-calon ibu-dan anak-anaknya. Patut kiranya kita mengetahui bahwa jasa ibu tak akan dapat dibalas oleh anak-anaknya. Simak hadits berikut:

Suatu ketika Rasul ditanya oleh seseorang : “ Ya Rasul, sunnguh saya telah menggendong ibu saya sejauh 2 farsakh (9,6 kilometer) di jalan berpasir yang terik, andai atas pasir itu diletakkan sepotong daging niscaya matang daging itu. Apakah dengan begitu saya telah menyampaikan rasa terima kasih saya kepadanya ? “, Nabi menjawab, “Mungkin hal itu baru bisa membalas sedikit rasa sakitnya saat bunda melahirkanmu” (HR Thabrani )



Semoga sayang kita kepada kedua orangtua khususnya ibu menjadi lebih termaknai,
dan semoga persiapan menjadi ibu serta mendidik anak semakin baik.

Kamis, 19 Desember 2013

A Little Poem

I see a shadow coming through,
I heard voices talk too loud  Feel  the madness crawling up my spine,
Where the full moon shining through,
Where the tax man stacked to the moon
Where the morning come and change my world

Do you remember when….
do you feel better boy
Just learn your lesson well,  we live as one we die alone.
Tell me when your eyes say yes
tell me when your lips say no
Tell me when I break a spell the deeper  touch the higher I'll go… my friend

How can I see tomorrow,
If you keep me in the dark,
see forever if you damn me from the start
You build a wall inside a wall,
You will knocked inside a door
keep the silence come in from the gold

You'll be the number one…
You'll be the queen of heart…
You still the only one forever heart, forever young
Somewhere I lost a piece…
Somehow I know my legs…
Sometimes I heal the world off memories still remains me

Brother hear my story don't you take no pity out on me
Dust away the fall the winter leaves for set tomorrow free,
The morning coming call...
All the precious time…Rest Again
 All the wasted time…Back Again
All the for the light…Rise Again
This is all the word, for the poem ... Bleed…!!

In the named of the damned a rage the angel left silence and gold
Tell me when your kiss become a sin too deep to hide to lights…
You believe I can...

And All blaze of free…Feed your minds
 All the glory time…Sing my trust
All the for the young…More get stronger
This is our poem…!

All the for the poem…I wrote this song
 All the for the punk…Tell us the truth
 All the for the gigs…More get stronger
You left only one…!

“We live as one we die alone,
 Dust to dust ash to ash,
Easy come easy go, but not you ...”

Jumat, 22 November 2013

Dalam Diam Aku Mencintaimu

          “Cinta itu buta dan boleh membutakan..
kadang-kadang akal dan perasaan bercampur aduk tak tentu arah.
aku bukan manusia luar biasa. aku juga tidak bisa berlagak sok pandai sepanjang waktu.
aku juga punya kebodohan yang kadang-kadang susah untuk diterima akal.
dengan segala kekurangan yang ada, aku hanya berani mencintaimu dalam diam.

          aku bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa.
aku mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar.
aku masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup.
Jadi aku biarkan saja perasaan cinta itu tumbuh mekar tanpa dia mengetahuinya…
Dan hingga saat ini aku masih tak mampu bahkan tak mau membuka pintu hati untuk orang lain karena aku mencintai dia. yang hakikatnya aku mencintainya dalam diam…”


          Aku belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, Maka dari itu aku hanya cintaimu dalam diam …Karena diamku adalah salah satu bukti cintaku padamu …aku ingin memuliakanmu, dengan tidak mengajakmu menjalin hubungan yang terlarang, aku tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatimu..


Karena diamku memuliakan kesucian diri dan hati..
Menghindarkan diriku dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahku..
Karena diamku bukti kesetiaanku padamu ..
Karena mungkin saja orang yang ku cinta adalah orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukku …

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan …
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci yg indah ….

          Karena dalam diamku tersimpan kekuatan … kekuatan harapan …Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata.hingga cintaku yang diam ini dapat berbicara dalam kehidupan nyata …
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??
Dan jika memang ‘Cinta Dalam Diamku’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkanlah ia tetap diam …

          Jika dia memang bukan milikku, Allah, melalui waktu akan menghapus ‘Cinta Dalam Diamku’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat …Biarkan ’Cinta Dalam Diamku’ itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatiku menjadi rahasia antara aku dengan Sang Pemilik hatiku …

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliranNya karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..

” Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah .” (QS. Adz Dzariyat:49)


Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. “ (QS. Al Israa’ :32)

Cukup mencintaimu dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya...tapi menjaga kesuciannya...
bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya
bukan karena lemah untuk menghadapinya.. .tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..


Cukup mencintaimu dari kejauhan.
Karena hadirku tidak akan mampu menjauhkanmu dari ujian..
karena hadirku hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan..
karena mungkin saja  membawa kelalaian hati-hati yang terjaga..


Cukup mencintaimu dengan kesederhanaan..
memupuknya hanya akan menambah penderitaan..
menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan..
mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…


Maka aku mencintaimu dengan keikhlasan…
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib yg aku ingini … tapi apakah aku sanggup jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?


“…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216) “
” Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26) “


“Cinta dan Rasa Ingin Memiliki itu berbeda…”


    ♥”Jika namamu yg ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku,niscaya rasa cinta itu akan ALLAH tanamkan dalam diri kita ..Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi MENSHOLEHKAN diriku..

Sulit untuk mencari solehnya diriku andai saja solehku tidak sebanding dengan kesolehahan mu..
Janji ALLAH pastiku pegang dlm misi mencari diri ‘Lelaki yg baik untuk wanita yg baik ” ♥♥♥

Ya Allah,Seandainya rindu ini suci maka kuatkanlah,
Seandainya ukhuwah ini kudus maka panjangkanlah,
Seandainya luka ini berhikmah maka biarlah,
Seandainya ingatan ini berfaedah maka teruskanlah…

Senin, 21 Oktober 2013

Sunnah yang diabaikan


Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya”.(HR.Bukhari)

Hadits di atas hampir semua orang tahu, tetapi sangat sedikit yang mengindahkannya. Seringkali malah hanya jadi bahan candaan belaka. Buat lucu-lucuan. Astaghfirullahal’adzim.
Apa yang terjadi ketika sunah Rasulullah ini diabaikan ? Kerusakan moral yang begitu masif telah terjadi, baik di kalangan remaja ataupun orangtua. Segalanya berawal ketika seorang laki-laki berduaan dengan wanita tanpa mahromnya. Ketika merasa aman berduaan saja tanpa menyadari sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga di.antara mereka. Tentu saja setan tidak hanya jadi obat nyamuk diantara mereka tetapi setan menjadi katalisator terjadinya kemaksiatan. Setan akan mengipas-ngipasi dan menghias-hiasi sehingga nampak indah dan menyenangkan apa yang mereka lakukan. Maka yang awalnya hanya duduk berdua, mengobrol biasa saja, semakin lama akan duduk semakin dekat kemudian berpegangan tangan dan seterusnya hingga mereka tanpa terasa telah terseret bujukan setan hingga dosa besar pun dikerjakan tanpa sadar bahkan mungkin tanpa penyesalan. Begitu mudah dosa besar dikerjakan dan sudah begitu banyak korban, tetapi banyak orang tak kunjung sadar.

Kebebasan pergaulan sekarang ini yang berakibat pada kebebasan seksual di luar pernikahan bisa di cegah jika para orangtua menjalankan sunah Rasul ini, mereka mengawasi dan tidak membiarkan putra putrinya untuk bebas berduaan tanpa pengawasan.Baik di dunia maya maupun nyata,  karena keduanya sama berbahayanya. Ketika seseorang merasa tak ada yang mengawasi maka mereka akan cenderung berbuat yang tak seharusnya.

Tentu saja larangan tak akan efektif  tanpa penjelasan dan pengkondisian sebelumnya. Tugas orangtua adalah memberi pengertian sejak mereka kanak-kanak tentang perbedaan laki-laki dan perempuan, tidak membiarkan anak perempuan tidur bareng anak laki-laki, dan memberikan batas-batas pergaulan yang sesuai syariat terutama menjelang mereka memasuki usia pubertas.

Yang tak kalah pentingnya adalah keteladanan dari orangtua, ketika mereka melihat bagaimana ibunya menjaga diri ketika menghadapi tamu laki-laki atau tetangga laki-laki maka mereka akan melihat contoh nyata sehingga ketika disampaikan larangan tersebut mereka bisa memahami dan tahu bagaimana menjalaninya.

Sungguh Allah melalui RasulNya telah memberi  jalan yang mudah  dan sederhana untuk mengatasi kerusakan moral seburuk apapun, tinggal tekad dan kemauan kita. Belum cukup burukkah keadaan sekarang ini sehingga kita masih merasa aman untuk tidak berbuat apapun?


Kamis, 26 September 2013

Jadilah Seperti Udara

          Di sebuah kelas, seorang guru bertanya kepada murid-murid di hadapannya. “Menurutmu, benda apa di dunia ini yang paling baik pada manusia?”
Murid-murid tampak berpikir keras. Ada yang tatapannya menyapu seisi kelas, seolah mencari sesuatu. Ada yang bisik-bisik dengan teman sebangku. Dan ada yang tetap diam. “Air, Pak Guru!” jawab seorang anak tiba-tiba.
“Kamu benar!” ucap Pak Guru menyambut jawaban seorang muridnya. “Air memang menyediakan kehidupan. Tapi, tidakkah kamu perhatikan, air cuma mengairi manusia-manusia di sekitar aliran sungainya. Manusialah yang harus menjemput air. Bukan sebaliknya!” tanggap Pak Guru begitu lugas. Beberapa saat, suasana kelas hening.
“Cahaya, Pak Guru!” ucap seorang murid yang lain. “Kenapa cahaya?” tanya Pak Guru memancing. “Karena cahayalah kita bisa melihat. Bayangkan jika tanpa cahaya. Dunia akan gelap!” jelas si murid begitu mantap.
“Kamu juga benar!” jawab Pak Guru. “Tapi, tidakkah kamu perhatikan kalau saat istirahat manusia tak butuh cahaya. Ada saatnya cahaya bisa menemani. Ada saatnya tidak,” ungkap Pak Guru kian membuat suasana kelas lebih serius.
“Gimana? Ada yang ingin berpendapat?” tanya Pak Guru memecah keheningan kelas yang mulai agak lama. Tapi, yang ditunggu tak juga muncul. Murid-murid tampak bingung. Tiba-tiba, ada seorang murid mengacungkan jari. “Udara, Pak Guru!” ucapnya begitu yakin.
“Ya, saya lebih setuju pendapat itu!” ucap Pak Guru memberikan respon positif. “Kenapa, Pak?” tanya murid-murid hampir bersamaan.
“Menurut saya,” ucap Pak Guru sambil menatap murid-murid begitu serius. “Udara memberi kebaikan dengan mendatangi manusia. Bukan sebaliknya. Tanpa memamerkan diri, ia akan bersusah payah menyelinap di lubang sekecil jarum sekali pun, demi memenuhi kebutuhan manusia. Udara pula yang selalu menemani manusia, di mana dan kapan pun,” jelas Pak Guru begitu meyakinkan. Dan murid-murid pun mengangguk setuju.
**
          Dalam pentas kehidupan, selalu ada pegiat kebaikan. Mereka memberi tanpa pamrih. Mereka pun berlomba untuk bisa menjadi yang paling bermanfaat. Berusaha memberi dengan yang terbaik.
          Namun, tidak semua yang baik adalah yang terbaik. Bercermin pada tiga makhluk Allah seperti air, cahaya, dan udara mungkin akan menambah nilai kebaikan. Bahwa, produk kebaikan harus mengejar, bukan dikejar. Dan yang menarik, ia selalu bersama dengan yang membutuhkan, walaupun orang tak menganggap keberadaannya.
Kalau saja pegiat kebaikan memahami peringkat udara, ia pasti tak akan berpuas diri cuma sebagai air atau cahaya.

Kamis, 12 September 2013

Ibu VS Pacar


          Waktu peringatan hari ibu kmarin yang ramai di rayakan. Mulai dari beranda facebook or Twitter yang mayoritas statusnya berkaitan dengan ibu, “I love u Mom”, “Selamat Hari Ibu”, “Mom, you’re my everything” dan sebagainya sampai pagelaran yang di selenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Semoga saja sebelum pada update status, sebelumnya mereka sudah mengucapkannya langsung kepada ibu mereka masing-masing. Karena saya khawatir, ucapan mereka tak terbaca oleh ibu mereka karena tidak semua ibu memiliki akun facebook.

Mungkin judul tulisan ini sedikit aneh. Ibu melawan pacar ??
Banyak yang menuliskan mengenai pacaran, keharaman hukumnya, efek buruk yang di timbulkan tapi entah mengapa tidak juga membuat tradisi barat itu lenyap. Tapi, paling tidak siapapun yang menulis tentang hal tersebut bisa membuat orang-orang yang kini berada dalam lingkup pacaran atau penasaran ingin menjajalnya menjadi jera atau paham dari semua hal negatif yang di timbulkan dari perilaku buruk tersebut. Aamiin.


Ibu, seorang wanita mulia yang telah susah payah mengandung, melahirkan, mengurus kita dalam keadaan letih. Beliau berikan seluruh kesenangan dirinya hanya untuk buah hatinya. Hanya buah hatinya, yang sanggup menggeser prioritas hidup sang ibu terhadap hal lainnya.

Karena teramat mulianya seorang ibu, Rasulullah bahkan menyebut ibu sebanyak tiga kali kemudian baru ayah ketika ada seseorang bertanya kepada beliau kepada siapakah hendaknya dia memberikan hormat.
Di tangan ibulah, masa depan buah hati terbentuk. Karena memang sang ibulah yang lebih dekat secara fisik dengan anak di banding ayah. Bila ayah hanya memberikan masukan-masukan secara teori, maka ibulah yang mempraktekkannya langsung kepada anak.

Bertahun-tahun ibu mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Tak pernah ada cerita bahwa seorang ibu lelah mengurus anaknya. Atau tak pernah ada cerita seorang wanita yang ingin pensiun menjadi seorang ibu.

Begitu banyak kisah perjuangan seorang ibu, meskipun ada pula ibu-ibu muda kini yang tega membuat anaknya (hasil dari hubungan gelap) bisa di pastikan ada penyesalan yang terdalam di lubuk hatinya.

Sabtu, 27 Juli 2013

A Little note from me


          Tahukah engkau,kenapa AKU SUKA WANITA BERJILBAB? ? ?
jawabannya sederhana,"karena MATA saya ini susah diajak kompromi". hahaha..
Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini,mulai keluar dari pintu rumah hingga masuk ke dalam rumah lagi. . .
asal tahu ajj !?? Ditempat kerja,saya sering nganter-nganterin orang ntah kedamri, baranang siang pko'y kmna ajj deh. Ketika di jalanan ke arah manapun saya memandang selalu membuat mata saya terbelalak ( risih rusuh kga enak dah pmandangannya). Hanya dua arah yang membuat mata saya tenang,yaitu mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah

ngliat ke depan,ada cewe "lg pke tank top doank".
ngliat ke kiri,ada  "pemandangan pinggul terbuka".
menghindar ke kanan,ada sajian  "celana ketat pluz U can see".
Balik ke belakang   wweeeww  "dihadang oleh dada menantang".
Astagfirullaah. . .kemana lagi mata ini harus memandang? ? ?

Kalau bicara tentang nafsu,jelas saya suka (normal cuy). Hal seperti di atas,itumah kurang merangsang bagi saya.Tapi sayang,saya tidak ingin hidup ini dibalut oleh NAFSU.saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. . .


          Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata,tapi sebagai sosok yang anggun mempesona.Dan kalau dipandang,bikin sejuk di mata.Bukan paras yang membuat MATA panas,membuat IMAN lepas ditarik oleh fikiran ngeres,dan HATIpun menjadi keras. . .


Jika saja wanita mengerti apa yang difikirkan seorang laki laki ketika melihat mereka berpakaian SEKSI