Minggu, 23 Desember 2012

Obligations of a Child to his Parents


 Ada seorang anak yang datang pada seorang ustadz, kemudian mengeluh tentang perbuatan ibunya.
 Dia mengatakan , "Ibu saya itu orang'y kuno dan tidak berpendidikan. Akibat'y saya sebagai anak merasa teraniaya".

Lalu dengan tenang ustadz tersebut mengatakan, "Tulislah semua keburukan ibumu!".

           Anak itu pun kemudian menuliskan keburukan" ibunya di atas kertas.
Di sana tertulis, "Ibuku orang'y pemarah, kurang perhatian, pelit, suka mendendam, dan sebagainya."  bNyak deh pko'y.

Setelah selesai, ustadz itupun kemudian berkata, " Sekarang tulis secara jujur apa jasa dan pengorbanan ibumu!"

          Akhir'y anak tersebut merenung, " (Sewaktu di perut ibu, sembilan bulan aku menghisap darahnya. saat itu, ibu sulit berdiri dan berjalan berat, bahkan berbaring pun sakit. tiga bulan pertama ibu merasa mual dan muntah karena ada aku di perutnya. ketika aku akan lahir ke dunia, ibu meregang nyawa antara hidup dan mati. meskipun bersimbah darah dan sakit tiada tara, tapi ibu tetap rela dengan kehadiran aku. setelah lahir, satu persatu jari aku dihitungnya dan di belainya. Di tengah rasa sakit , beliau tiba-tiba tersenyum dangan lelehan air mata bahagia melihat aku lahir. dan saat itu pula ibu menyangka akan lahir anak saleh yang akan memuliakannya).



           ketika sang anak menulis terus pengorbanan ibunya, tak terasa berlinanglah air matanya. semakin sadar bahwa untaian pengorbanan ibunya sungguh tidak sebanding dengan kebaikan yang telah ia perbuat untuk memuliakan ibunya.
bahkan jika tubuh kita dikupas tidak akan terbanding, tidak akan bisa menandingi perih pahitnya penderitaan orang tua kita.

           beruntunglah bagi siapa pun yang orang tuanya masih ada, karena jikalau orangtua sudah terbungkus kain kaffan, kita tentu tidak bisa mencium tangan atau menatap wajah'y lagi. karena itu kita harus memiliki tekad yang kuat untuk berbakti pada orang tua. minimal kita berhenti dari menyakiti orang tua sehingga tidak ada luka yang kita toreh di hatinya.

          kadang kita berfikir bahwa orangtua ga paham maunya anak muda. kita anggap mereka kuno plus kolot, dan payah. dilarang berbuat ini, dilarang berbuat itu, harus begini, harus begitu. yang jelas mereka banyak bikin aturan. kadang" kita sering bentrok sama mereka. Abiis mereka siih yang ga ngertiin kita.

 Namun, di balik itu semua apakah kamu sudah memenuhi kewajiban seorang anak terhadap orang tua  !??